Selasa, 17 Juni 2014
Pakaian Seksi? saya sih Yess!!
Jumat, 23 Agustus 2013
Tikung-nologi, mengkaji kegiatan tikung menikung ala kendil….
Minggu, 10 Juli 2011
Menjaga Hubungan, part 2 "True Relationship"
Lagi semangat posting. Kali ini melanjukan note yang terdahulu tentang membina hubungan yang saya posting sekitar 1 bulan yang lalu. Di akhir note tersebut saya membuat footnote “if you’re not happy with relationship for a long time, stop trying to fixed it…. Cut it and start a new one”.
Adakalanya dalam hubungan dibutuhkan sebuah ketegasan agar hubungan itu tetap bertahan. Disetiap kebaikan tentu dibutuhkan sebuah ketegasan untuk menjaganya tetap ada. Berhati-hatilah dengan rasa “kasihan” dan “toleransi” kadang hal tersebut berakibat buruk. Tidak jarang sedikit kekerasan dan ketegasan dibutuhkan untuk membuat sebuah perdamaian. Kekerasan disini bukan dalam artian fisik, tapi lebih pada keberanian dalam mengambil resiko.
Kita tentu tidak menginginkan hubungan yang manis didepan pahit dibelakang. Makanya ada baiknya kalau kita biarkan sedikit pahit didepan sangat manis dibelakang.
Untuk memulainya marilah kita menunjukkan diri kita yang sebenarnya. Jujur atas kekurangan kita miliki. Pahami apa yang benar-benar kita inginkan, lalu menunjukkannya. Tegas akan setiap peraturan yang kita buat dalam relationship. Itulah diri kita sebenarnya, tidak ada manipulasi.
Kalau pasangan dapat menerimanya maka tidak diragukan hubungan akan berjalan langgeng. Tidak dapat dipungkiri bahwa ada beberapa orang yang sangat manipulative sebelum in relationship. Mereka menonjolkan semua kebaikan sikap, romantic, baik, perhatian, dan menjadi semanis-manisnya. Masalah terjadi ketika mereka menunjukkan diri mereka yang sebenarnya setelah sebuah relationship terbangun. Konflikpun terjadi, hubungan jadi sering mengalami masalah karena mereka menjadi tidak sama dengan sebelumnya.
Cara terbaik untuk membuat sebuah hubungan itu bertahan, yaitu tidak memikirkan bagaimana cara agar hubungan itu langgeng. Bingung? Awalnya saya sendiri ragu dengan cara tersebut, tapi saya sendiri menerapkannya dan it well work, I guest.
Saat kita berpikir tentang cara mempertahankan hubungan, secara tidak sadar kita menyatakan bahwa kita merasa ketakutan kehilangan pasangan kita dan ketakutan seperti itulah yang membuat kita dan pasangan kita merasa tidak nyaman. Ketakutan itu menjadi sebuah KETERIKATAN yang MEMAKSA.
Paksaan adalah beban, dan beban adalah awal dari kesengsaraan dan akhir dari kebahagiaan.
Saat relationship yang mengikat itu menyengsarakan anda, anda tidak bisa lepas darinya karena anda terikat oleh sebuah relationship. Dititik ini adalah awal dari adanya kebosanan, kepenatan, dan bahkan perselingkuhan. Semua karena kita terikat pada sebuah relationship yang membuat kita tidak dapat berbuat apa-apa dalam menyelesaikan masalah selain menyesal dan terus menjalani hubungan walaupun hanya sebatas “status”, dan itu sangat tidak sehat.
Relationship bukan keterikatan atau memiliki satu sama lain. Tapi relationship adalah sebuah kepercayaan dan kebebasan.
Semakin sedikit rule yang anda berikan ke siapapun, semakin mereka menyukai anda. karena pada dasarnya tidak ada satupun manusia yang suka diperintah (“How to Win Friends and Influence People” by Dale Carnegie)
Kita tidak akan bisa mengntrol orang lain termasuk pasangan kita. Kestiaan, Loyalitas dan Rasa Sayang tidak bisa dipaksakan, mereka seharusnya datang dari kesadaran hati. Berhenti menunjukkan kecemburuan yang berlebihan, mengikat apalagi menggurui.
Berikan pasangan kita kepercayaan agar mereka bisa berekspresi dan mengembangkan diri. Namun tegaslah menyatakan bahwa bila mereka melanggar kepercayaan kita, maka relationship berakhir. Dan hal lain yang harus anda yakini adalah ketika pasangan kita menghianati kepercayaan yang kita berikan berarti dia tidak pantas menjalani relationship dengan kita, bukan sebaliknya. Hal ini sangat berhubungan dengan seleksi yang kita lakukan, apakah dia benar-benar orangnya?
Hal terbaik yang bisa dilakukan saat menjalani hubungan adalah selalu berusaha memberikan yang terbaik hari demi hari. MAKE THE BEST FOR TODAY, AND TOMORROW WILL BE GREAT. Tidak ada salahnya untuk merencanakan masa depan dengan pasangan, tapi jangan pernah terpaku. Berikan sedikit fleksibelitas didalamnya, buang semua kekhawatiran. Fokuskan perhatian anda pada saat ini, detik ini, moment ini, karena kita belum sampai pada masa depan. Cara terbaik untuk mencapai masa depan yang kita inginkan adalah dengan menciptakannya, dan untuk menciptakanya memberikan usaha yang terbaik untuk hari ini.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa relationship bukan tentang member dan menerima, relationship adalah tentang berbagi. Bukan salah satu pihak member dan pihak lain menerima, tetapi berbagi dan bekerja sama dalam banyak hal. Dan tentu tidak akan berhasil tanpa kerja sama satu sama lain.
That’s for today, thank you ^_^
Regard
Grape_Strife/Clowreedt
My World, My Rules
Contact me : grape_strife@yahoo.co.id
Follow my blog
http://www.clowreedt.blogspot.com/
Kamis, 09 Juni 2011
Menjaga Hubungan, part 1 "SELEKSI"
Kemaren ada teman yang nanya gimana cara saya menjaga hubungan, sampai 3,5 tahun dan masih aja adem ayem sampai sekarang. Sejujurnya hubungan kami tidak se-adem-ayem kelihatanya, tapi kami berusaha agar hubungan kami ini bertahan apa-pun masalah yang kami hadapi. Tentu itu bukan hal yang mudah, dan untunglah saya menemukan pasangan yang cukup dewasa untuk mengimbangi pemikiran saya yang lebih kekanak-kanakan.
Berbicara tentang hubungan (relationship), maka kita tidak bisa memisahkannya dengan yang namanya SELEKSI. Seleksi merupakan salah satu factor penting dalam kesuksesan dalam membina suatu relationship. Pada tahap ini kita akan terjadi proses “menyeleksi” dan “diseleksi”.
THINK BEFORE YOU JUMP. Jangan pernah memutuskan untuk memulai suatu hubungan hanya karena kamu merasa cocok, atau karena merasa “dialah orangnya”. Timbang baik-buruknya, dan pikirkan baik-baik apakah dia memang orangnya, ataukah hanya emosi sementara. TAPI, jangan terlalu banyak berfikir dan menganalisa, karena belum tentu judgment kita benar.
Lalu bagaimana kita dalam menjalankan proses seleksi ini? Berikut adalah hal yang manurut saya patut untuk dicoba
1. Berdamailah dengan diri sendiri
Nikmati apa yang ada pada diri anda apa adanya, tak perlu mengeluh atau mengumpat. Setiap orang memiliki kelebihan dan kekuaranganya masing-masing, tapi ini bukan alasan untuk mengutuk diri sendiri, terlebih mengutuk orang lain dan membenci segala sesuatu. Damaikan diri sendiri dan buatlah sebuah attitude yang lebih baik.
2. Jangan menjalani sebuah hubungan karena rasa kasihan
Mungkin ada beberapa kasus dimana pada akhirnya rasa kasihan itu berubah menjadi rasa sayang yang mendalam, tapi percayalah tidak semua seperti itu. Berhenti menipu diri sendiri dan menipu orang lain. Hubungan yang didasarkan pada kebohongan tidak akan berjalan baik.
3. Be Spesifik (bener nggak sih nulisnya gini?)
Tentukan dengan detail seperti apa pasangan yang anda inginkan. Jangan terlalu mudah memberikan toleransi terhadap hal-hal yang tidak sesuai dengan dalih yang subjektif. If you like it, then take it…. If you don’t, just leave it….
4. Teliti dan Teliti
Berhubungan dengan point 3, carilah informasi secara detail dan mendalam. Cari tahu tentang calon pasangan dengan sebenar-benarnya. Jangan sampai menyesal dikemudian hari, karena setelah relationship terbangun ternyata pasangana kita tidak seperti yang kita pikirkan. Banyak relationship yang dibangun susah payah, akhirnya putus karena merasa bahwa pasanganya tidak sama dengan yang diharapkan selama ini. Quote kata-kata hesti di note sebelum ini “topeng-topeng palsu, menipu… ckckckckckc”
5. Tegas dalam memilih dan memutuskan
Jika anda sudah yakin akan pilihan yang anda tetapkan maka berikan ketegasab dalam memilih, jika memang ada lebih dari satu calon, maka jadilah seseorang yang bertanggung jawab dengan memberikan penjelasan kepada pidak yang tidak anda pilih. Berikan dia pengertian bahwa anda telah memilih, dan pilihan anda bukan dia. Biarkan mereka berhenti berharap dan mencari pilihan yang lain. Hindari status yang menggantung, karena hal itu dapat membuat pasangan yang anda pilih menjadi ragu.
Well, tahap seleksi ini berjalan pada masa pedekate. Fase ini penting karena menentukan apakah pasangan akan membuat kita bahagia, atau tersiksa, jadi penentuan pasangan sendiri adalah hal yang penting. Hal yang mendasari kita dalam menjalani hubungan ada 2 hal, yaitu : EMOSI (perasaan) & LOGIKA (preferensi, prospek masa depan, dll).
Tidak sedikit orang memilih untuk “in relationship” karena factor pertama yaitu EMOSI. Bahayanya adalah kadang emosi ini menutup LOGIKA. Dalam pemikiran orang yang menjalani hubungan atas dasar EMOSI adala “saya rela mengorbankan apapun, demi pasangan saya, bahkan jika saya harus menghancurkan diri sendiri karenanya”. Yah, memang tidak sepenuhnya salah, tapi hal ini sama saja dengan gambling (berjudi). Ada yang langgeng, tapi tidak sedikit yang gagal. Saat mereka menjalani relationship mereka memahami, bahwa semua tidak seindah yang mereka kira, muncul berbagai konflik (kecemburuan), keluarga, waktu, dll. Akhirnya mereka menyesal dan merasa bahwa keputusn mereka berdasarkan emosi sementara.
Disisi lain, adalah orang yang memulai suatu hubungan berdasarkan LOGIKA. Memilih berdasarkan preferensi dan prosepek masa depan. Yang perlu disadari adalah meskipun dalam segi manjaman hubungan ini sukses, tapi tanpa adanya kesatuan emosi didalamnya maka hanya akan terasa hambar. Nothing special. Bosan, lalu berpisah.
Kunci dari relationship yang baik adalah kepaduan antara EMOSI & LOGIKA, dan karena ini sudah malam, maka tentang bagimana men-syncronize keduanya akan saya bahas pada note berikutnya.
Simple note for today before going to bed
“if you’re not happy with relationship for a long time, stop trying to fixed it…. Cut it and start a new one”
Regard
Grape_Strife/Clowreedt
My World, My Rules
Contact me : grape_strife@yahoo.co.id
Follow my blog
http://www.clowreedt.blogspot.com/
Minggu, 22 Mei 2011
Long Distance Is Killing Me
Kali ini masalah long distance relationship. Hubungan dilematis, dimana kita dan pasangan kita harus berhubungan dengan terpisahkan ruang. Saya sendiri beberapa kali menjalani LDR, sayangnya tidak pernah berakhir baik. Sekarang setelah kurang lebih 3,5 tahun pacaran saya harus kembali menjalani LDR.
Terimakasih kepada teman-teman saya yang sudah membagi pengalaman mereka selama menjalani LDR. Note ini saya dedikasikan kepada kalian yang sudah berbagi pengalaman dan memberikan tips dalam menjalani LDR. (special thanks to hezty yang rela saya culik sepanjang hari demi memberikan saran dan masukan dengan objektif tentang masalah LDR ini)
Masalah utama yang sering dihadapi oleh pasangan yang menjalani LDR adalah ketidak percayaan satu sama lain. Well, dengan jarak yang jauh akan susah dalam memonitor pasangan kita menyebabkan ketidak percayaan terhadap pasangan kita meningkat. Masalah monitoring ini biasanya paling sering menjadi penyebab konflik dan menyebabkan putusnya hubungan.
Selain masalah ketidak percayaan itu masih ada beberapa masalah lain, yaitu :
- Perbedaan waktu yang menyebabkan pasangan atau kita sendiri kerepotan dalam menghubungi dan lain-lain
- Kesulitan komunikasi, tapi untuk masalah ini kini teknologi komunikasi sudah sangat maju jadi komunikasi jarang menjadi masalah pokok.
- Mengalami kekurang hubungan fisik secara langsung. (Bagi beberapa pasangan factor ini menjadi sangat penting)
- Kejenuhan. Pasangan yang menjalani LDR, sering terkena masalah ini, karena memang jarang melakukan aktivitas lain bersama.
- Kekurangan kasih sayang dan perhatian dari pasangan sehingga terdorong untuk mencari pasangan lain.
Itulah beberapa permasalahan yang dialami oleh pasangan yang menjalani LDR. Pada kasus sebenarnya bisa saja muncul masalah-masalah lain yang mungkin lebih besar. Pertanyaanya, bagaimana kita akan mengatasi masalah-masalah tersebut? Berikut beberapa tips dari orang-orang yang sudah pernah menjalani LDR
NB : tidak semua orang yang memberikan tips ini sukses dalam menjalani LDR.
TIPS LDR :
Menjaga Komunikasi
Zaman sekarang semuanya sudah serba mudah. Walau beda benua banyak alternatif komunikasi yang bisa ditempuh. Selain telepon, dengan kecanggihan internet ngobrol lewat chatting bisa dilakukan. Mau kirim foto, sampai video semuanya serba mungkin. Apalagi biayanya juga jauh lebih murah. (Tentang frekuensinya, sesuaikan dengan kegiatan masing-masing. Jangan sampai mengganggu dan membuat pasangan kesal). Tambahan: Disela-sela komunikasi elektronik, tak ada salahnya sekali-sekali diselingi dengan surat biasa lewat pos. Selain lebih personal, di surat biasa anda bisa membubuhkan wewangian yang sering anda gunakan sehingga menimbulkan perasaan nostalgia pada dirinya.
Buat kejutan
Kejutan seringkali menjadi penyegar suatu hubungan. Untuk yang jarak jauh bisa memanfaatkan jasa pengiriman. Sesekali mengirim bunga bisa menjadi penawar rindu yang romantis. Jika memang ada waktu yang cukup untuk liburan kejutkan dia dengan datang ke kotanya. Tapi ingat juga kesibukannya, jangan terlalu banyak menuntut waktunya. Jika memungkinkan, cari tahu dulu jadwal dia pada hari itu. Kunjungan anda juga tak perlu lama-lama, yang penting perasaan rindu sudah terobati.
Tetapkan peraturan
Untuk menghindari salah paham dan hal-hal yang tidak diinginkan sebaiknya anda menetapkan beberapa aturan dasar. Misalnya, berapa lama harus bertemu, apakah setiap hari harus menelepon, adakah hari khusus dimana anda harus bertemu, serta berbagai aturan main lainnya.
Antisipasi segala kemungkinan
Namanya hubungan jarak jauh, faktor penghalang pasti banyak menghadang. Walaupun sudah buat rencana anda harus selalu siap untuk kemungkinan terburuk. Misalnya ketika sudah janji bertemu, kekasih anda ada meeting tiba-tiba. Atau bisa saja anda tak bisa pergi bertemu pasangan karena sahabat perlu teman curhat setelah putus dari pacar. :hammer:
Percaya dan Sabar
Ketika sudah berkomitmen untuk hubungan jarak jauh, kepercayaan pada pasangan sangat penting. Jika tak bisa percaya pada pasangan sebaiknya anda berpikir dua kali sebelum menjalani hubungan jarak jauh. Anda bisa lelah sendiri disiksa kecurigaan dan kecemburuan karena tak bisa selalu mengawasi sang kekasih. Jika ada perasaan curiga atau gelisah, langsung ungkapkan kepadanya. Jangan dipendam sendiri dan berkembang menjadi masalah.
Jika timbul masalah sebaiknya coba bersabar dan jangan langsung meledak. Ingat, pertemuan dan komunikasi yang cukup sulit sebaiknya diisi dengan hal-hal yang menyenangkan supaya hubungan lebih mesra. Selalu akhiri pembicaraan dengan kata-kata yang manis.
Isi waktu kesendirian dengan hal bermanfaat
Diakui godaan yang terbesar bila punya kekasih yang jauh adalah bete saat sendirian. Apalagi bila malam Minggu tiba, di mana semua teman-teman sibuk berkencan ria dengan pasangan masing-masing. Kesepian dan juga iri tentu saja berkecamuk dalam diri. Kalau sudah begini, jangan pernah berpikir untuk mengakhiri hubungan. Lebih baik Anda menenggelamkan diri pada segala kesibukan yang positif arahnya. Misalnya saja dengan ikutan klub ataupun kelompok-kelompok gaul. Kalaupun Anda harus menghadiri resepsi, tak ada salahnya mengajak adik atau teman dekat untuk menemani.
Prediksi masa depan
Hubungan yang punya tujuan, pasti bikin anda dan pasangan lebih semangat menjalaninya. Jika memang sudah saatnya tak ada salahnya menguatkan komitmen. Setidaknya jangan menghindar jika membicarakan hal tersebut. Suatu hubungan terutama jarak jauh perlu ‘iming-iming’ yang membuat anda dan pasangan tetap kuat. Setidaknya ada sesuatu yang diharapkan dan dituju.
Sekian note kali ini, untuk yang udah sempetin waktu buat baca curcol saya ini saya ucapkan terimakasih. Doakan bila LDR ini benar-benar harus saya lewati, semoga bias berjalan dengan baik. Amin.
Regard
Grape_Strife/Clowreedt
My World, My Rules
Contact me : grape_strife@yahoo.co.id
Follow my blog
http://www.clowreedt.blogspot.com/

